Gambar

Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) turut berpartisipasi dalam Urban Farming Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Duta Urban Farming Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan urban farming sebagai solusi ketahanan pangan perkotaan yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi sebagai tenant merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperkenalkan inovasi pendidikan vokasi dan hasil karya mahasiswa kepada masyarakat luas. Melalui booth pameran, CWE menghadirkan beragam produk inovatif hasil pengembangan mahasiswa dari Program Studi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit (BPKS) dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP).

Berbagai produk yang dipamerkan dan dipasarkan meliputi insektisida, herbisida, gantungan kunci dan polibag berbahan limbah kernel kelapa sawit, jagung manis hasil budidaya, kompos, vermikompos, hingga tanaman hasil kultur jaringan. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa komoditas kelapa sawit tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari hasil utamanya, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk inovatif yang mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Selain menjadi ajang promosi produk, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan, komunikasi, serta pemasaran. Sebanyak 12 mahasiswa terlibat secara aktif mulai dari proses perancangan label produk, produksi, hingga melayani pengunjung dan melakukan penjualan secara langsung di booth pameran.

Selama dua hari pelaksanaan, booth Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, komunitas urban farming, hingga instansi pemerintah yang hadir dalam festival tersebut. Interaksi yang terjalin memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan potensi hilirisasi kelapa sawit sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sawit menjadi produk yang bernilai tambah.

Sylvia Madusari, S.Si., M.Si., PhD., selaku pendamping mahasiswa menyampaikan bahwa partisipasi dalam Urban Farming Festival merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring, memperkenalkan inovasi kampus, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa agar memperoleh pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan dunia usaha.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana membangun branding, memasarkan produk, dan berkomunikasi dengan konsumen. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan pada Urban Farming Festival 2026, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, memperkuat peran pendidikan vokasi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perkebunan Indonesia. Evaluasi dari kegiatan ini juga akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas branding produk, kemampuan pemasaran mahasiswa, serta pengembangan inovasi pada kegiatan serupa di masa mendatang.